Berita Terkini

KPU Semakin Baik

Jakarta, kpu.go.id - Usai bertransformasi pada 1999, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berkembang menjadi lembaga penyelenggara pemilu yang profesional dan berintegritas. Peran dan posisi KPU semakin penting dalam mendukung peningkatan kualitas demokrasi di negara berpenduduk sekitar 260 juta ini. KPU hari ini menurut Ketua Periode 2007-2012 Abdul Hafidz Ansyari telah berkembang menjadi lembaga modern dan terpercaya dimata masyarakat. Selama kurun waktu 20 tahun terakhir, lembaga ini juga telah mampu menjaga profesionalitasnya meskipun aturan perundangan terus berubah.Berkaca pada pengalamannya dulu semasa menjabat, Hafidz juga melihat jika kini anggaran yang diberikan kepada KPU jauh lebih baik. Dukungan anggaran menurut dia sangat penting dalam menjalankan program dan tahapan serta target kepemiluan yang akan dicapai.Tinggal yang saat ini dibutuhkan KPU menurut Hafidz adalah meningkatkan dan mempertahankan mental sebagai bekal dalam menjalankan tugas. Sebab tantangan dan tekanan akan semakin tinggi sejalan dengan pesta demokrasi yang terpolarisasi dalam beberapa tahun terakhir. "Dibutuhkan kekuatan mental bekerja di KPU. Bahkan ada dulu proses seleksi calon anggota KPU  perempuan yang kita minta kuat mentalnya," tambah Hafidz di sesi berbagi pengalaman (sharing experience) bersama peserta Orientasi Tugas Anggota KPU Kabupaten/Kota 2018-2023 Gel VI Rabu (21/11/2018). Sementara itu Ketua KPU RI Arief Budiman juga merasakan perkembangan lembaga yang dipimpinnya ini dibandingkan sebelumnya. Arief yang telah menjadi penyelenggara sejak 1999 juga mengungkapkan perasaan bahagianya bisa melewati beberapa fase perkembangan dari KPU tersebut. "Banyak catatan penting yang menggambarkan KPU jauh lebih baik," kata Arief. Diakhir pesannya, Arief yang di periode 2012-2017 juga menjabat sebagai Anggota KPU RI berpesan agar jajaran penyelenggara disemua tingkatan untuk berlomba memberikan yang terbaik untuk lembaga ini. "Penting bagi anda untuk menanyakan kepada diri anda apa hal baik dari anda untuk KPU. Anda sudah mewariskan hal baik apa untuk KPU," tuntas Arief. (hupmas kpu dianR/foto: james/ed diR)

Tim PPATK Juara LCC Kepemiluan

Jakarta, kpu.go.id - Sorak sorai bergemuruh usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Kepemiluan, di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Rabu (21/11/2018).Tim cerdas cermat dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) keluar sebagai juara pertama dengan perolehan 110 poin diikuti Kementerian ATR/BPN di posisi kedua dengan perolehan 90 poin dan diposisi ketiga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan 60 poin.Sebelumnya berhasil masuk babak final ketiganya menyisihkan 30 kementerian/lembaga non kementerian (K/LNK), mulai dari babak penyisihan (dibagi 3 kelompok besar) kemudian mengerucut ke babak final yang terdiri dari 6 tim yaitu Kemenag, Bawaslu, PPATK, ATR/BPN, BPKP, dan Setneg.Materi soal sendiri dirangkum dari tiga hal, seputar kepemiluan, KORPRI, dan wawasan kebangsaan. Bertindak sebagai dewan juri Sekretaris Jenderal KPU, Arif Rahman Hakim;  Wakil Kepala Biro Teknis dan Hupmas KPU, Supriyatna serta Kepala Biro Hukum KORPRI, Ade Gunawa.Pada kegiatan LCC, dilombakan juga yel-yel dari setiap tim peserta dengan mengangkat tema 'Sukseskan Pemilu 2019'. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berhasil meraih posisi puncak diikuti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Kriteria yang menjadi tolok ukur penilaian pemenang yel-yel terdiri dari lima poin yakni kesesuaian tema, kerapian busana,  kekompakan gerak, vokal jelas, dan ketepatan waktu. (hupmas kpu Bil/foto: Dosen/ed diR)

Jaga Mulianya Harkat Martabat Penyelenggara

Jakarta, kpu.go.id - Banyak pesan disampaikan pembicara pada sesi kedua Orientasi Tugas Anggota KPU Kabupaten/Kota 2018-2023 Gel VI, hari kedua, Rabu (21/11/2018). Pembicara Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Harjono berpesan pentingnya menjaga harkat dan martabat penyelenggara, sementara Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja menegaskan komitmen lembaganya mengawasi pemilu agar berlangsung langsung, umum, bebas rahasia,  jujur dan adil (luber jurdil). Harjono sendiri memang langsung mengawali pembicaraannya dengan menjelaskan betapa pentingnya posisi penyelenggara pemilu dalam penyelenggaraan pesta demokrasi. Begitu berharganya suara yang dikelola oleh anggota KPU, sampai mantan hakim konstitusi itu menyebut tugas ini sebagai sesuatu yang mulia. "Ini pekerjaan mulia sekali, prinsipnya mulia (menjaga) kepada pemilik suara," ucap Harjono.Harjono juga berpesan kepada peserta orientasi tugas untuk mengukir prestasi sebanyak mungkin di lima tahun masa kepemimpinan didaerahnya masing-masing. Menurut dia menjadi penyelenggara pemilu adalah jabatan yang berbeda karena bekerja dengan kode etik. "Menjadi penyelenggara harus didasari misi yang bagus, bukan cuma mencari pekerjaan. Dan pekerjaan yang begitu profesional meletakkan kepercayaan kepada penyelenggaranya biasanya ada kode etik. Seperti profesi dokter, pasien datang menyerahkan kesembuhan penyakitnya pada dokter. Begitu juga advokat/pengacara," tambah Harjono. Sementara itu Rahmat Bagja menegaskan kesiapan lembaganya mengawasi penyelenggaraan pemilu agar berlangsung luber dan jurdil. Dia juga menyampaikan hasil Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019 agar dapat menjadi peringatan bagi jajaran penyelenggara.Pada kesempatan itu, Bagja juga berpesan agar penyelenggara menjaga diri dari sikap yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. Terutama dalam mengungkapkan preferensi politiknya di media sosial. "Apapun preferensi bapak/ibu, jangan diungkapkan di medsos. Karena bapak/ibu adalah penyelenggara," pungkasnya. (hupmas kpu dianR/foto: james/ed diR)

Penyelenggara Fokus Pada Tugas Kepemiluan

Jakarta, kpu.go.id - Di tahun pemilu, penyelenggara disetiap tingkatan harus berkonsentrasi penuh dalam menjalankan setiap tugas dan kewajibannya. Mereka juga harus mampu menjaga integritasnya dalam bertugas, tidak masuk dalam konflik kepentingan.Pesan tersebut disampaikan Anggota KPU RI Evi Novida Ginting Manik didepan 180 peserta Orientasi Tugas Anggota KPU Kabupaten/Kota 2018-2023 Gel VI, di Jakarta, Rabu (21/11/2018).Perempuan mantan Anggota KPU Sumatera Utara (Sumut) juga berpesan bahwa kredibilitas dan legitimasi dari proses elektoral tidak terlepas dari integritas penyelenggara pemilu. Dan integritas anggota KPU dibutuhkan untuk mencegah terjadinya manipulasi pemilu. "Kami berharap semua serius dan konsentrasi menjalankan tugas," tutur Evi.Dalam kesempatan itu, Evi kembali mengingatkan bahwa anggota KPU disemua tingkatan sesungguhnya adalah pemimpin,  tidak hanya bagi organisasinya tapi juga dimasyarakat. Oleh karena itu dia berpesan agar jajarannya mampu menjaga diri dan sikapnya. "Jadi leader kalau tidak menjadi contoh maka sangat berbahaya. Ini perlu dilakoni, dijalankan sesuai aturan yang ada," kata Evi. Lebih jauh Evi yang juga Kordinator Divisi Umum, Rumah Tangga dan Organisasi juga menjelaskan kepada peserta mulai dari pembagian divisi, korwil, mekanisme hubungan kerja, pleno hingga kode perilaku. "Kode perilaku yang diatur bermakna pencegahan, pembinaan dan internalisasi nilai-nilai untuk membentuk esprit de corps KPU secara kelembagaan," lugasnya. Evi juga menjelaskan tentang mekanisme pengangkatan Plh dan Plt, disiplin dan penilaian kinerja, pengembangan kompetensi, hak cuti, penghargaan hingga penambahan anggota PPK pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK). (hupmas kpu dianR/foto: james/ed diR)

Perbarui Pengetahuan Kepemiluan Jajaran KPU Kab/Kota

Jakarta, kpu.go.id - Pesan penting disampaikan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari kepada peserta orientasi tugas Anggota KPU Kabupaten/Kota 2018-2023 Gel VI, Rabu (21/11/2018). Mantan Anggota KPU Jawa Tengah mengajak jajarannya di kab/kota untuk memperbarui kembali ingatan tentang aturan perundangan dan kode etik penyelenggara pemilu. Menurut dia, ada beberapa aturan yang khusus dimiliki oleh penyelenggara kab/kota. Oleh karena itu dia tidak ingin ada kata berpuas diri dari penyelenggara untuk memperkuat pemahaman tentang tugas dan kewajibannya. "Saya berharap saudara membaca UU 7/2017 (tentang pemilu) karena itu pedoman utama. Dibagian pertama ada tugas, wewenang dan kewajiban supaya kita bekerja sesuai wewenang. Kalau kita bekerja tidak sesuai wewenang maka disebut penyalahgunaan wewenang supaya kita kerja on the track," ujar Hasyim dihadapan 180 peserta orientasi tugas.Menurut Hasyim, memperbarui pengetahuan juga untuk mengenali pola hubungan antara KPU kab/kota, provinsi hingga pusat. Apalagi diaturan yang baru, ada hirarkis kordinasi dari kab/kota ke provinsi untuk kemudian ke tingkat pusat. Di paparan yang lain, Hasyim mengingatkan kembali karakter kelembagaan KPU yang Nasional, Tetap serta Mandiri. Nasional menurut dia berarti KPU bekerja diseluruh wilayah Indonesia dan sifatnya hirarkis. Tetap, bukan adhoc, dan Mandiri secara kelembagaan dan secara anggota bukan partisan, dan bekerja tidak tunduk pada ancaman, kekerasan, rayuan. "Ketiga saya kira penting untuk ingatkan, lembaga KPU karakternya kolektif kolegial, kemudian tolong dibaca renstra KPU yang sifatnya antisipatif, respon kita seperti apa, langkah jawabannya seperti apa, perencanaan strategis dan perencanaan tahapan," tutup Hasyim. (hupmas kpu dianR/foto: james/ed diR)

Harapan KPU, ASN Jadi Agen Sosialisasi

Jakarta, kpu.go.id - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-47, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Kepemiluan yang diikuti 33 Kementerian/Lembaga Non Kementerian.Membuka jalannya acara, Komisioner KPU, Ilham Saputra berharap melalui kegiatan ini Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menjadi agen sosialisasi dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019."Ini adalah bentuk sosialisasi yang kami lakukan dalam rangka hari ulang tahun KORPRI karena kami tahu betul ASN di Indonesia ada sekitar 4,5 juta kami berharap bapak ibu bisa jadi agen sosialisasi KPU dan menyosilaisasikan apa saja yang penting dalam pelaksanaan pemilu," ucap Ilham di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (21/11/2018).Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU, Arif Rahman Hakim mengingatkan kepada peserta untuk mengikuti jalannya lomba dengan semangat dan santai."Santai saja tidak perlu tegang tegang, semuanya adalah juara, kalau tidak juara satu ya 33 semuanya juara, kita have fun kita nikmati dengan suasana hati gembira," seru Arif.Kepala Biro Teknis dan Hupmas, Nur Syarifah menyampaikan kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar lembaga demi terjalinnya sinergitas menghadapi pemilu yang akan berlangsung serentak."Kegiatan ini menjadi bagian dari HUT KORPRI KPU sekaligus sebagai sarana silaturahmi dan sosialisasi untuk menghadapi Pemilu Serentak 2019, dimana kita tahu ini adalah pemilu pertama yang dilaksanakan secara serentak pemilu presiden dan legislatif," pungkas Nur Syarifah.Perlu diketahui, 33 lembaga Kementerian dan Non Kementerian Lembaga itu terdiri dari Kemenag, Lemhannas, Lapan, BPOM, Mabes Polri, Bawaslu, BSSN, BKKBN, Kemenhub, ANRI, Mabes TNI, Pemda Depok, DPR RI, Kelurahan Cideng, KPK, ATR BPN, Kemen PUPR, PPATK, Kememdagri, Kemenkopolhukam, Kemendikbud, Kejagung, Kemenkeu, Kemenaker, Kemenkop UKM, BPKP, BKPM, Setneg, BKN, BEKRAF, BSN, BMKG, dan Kominfo (hupmas kpu Bil/foto: Dosen/ed diR)

Populer

Belum ada data.